(¯`*•.¸♥ Bagaimana Wanita Memilih Pria..? ♥¸.•*´¯)
Bismillahirrahmanirrahim,
Apakah wanita boleh memilih seorang pria yang akan di jadikan
pendamping hidupnya kelak..? Tentu saja..! Sebab, wanitapun mempunyai
impian terhadap pria idaman yang menjadi pilihannya. Wanita berhak
memilih dan menentukan kriteria laki" sebagaimana di nasehatkan oleh
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Tentu seorang wanita ingin calon suami itu adalah orang yang gagah, tampan, berwibawa, kaya raya dan dari kalangan yang terhormat. Alasan dan pertimbangan mengenai sisi kebaikan dan keburukannya tidaklah berbeda dari apa yang di utarakan sebelumnya. Yang jelas pilihan yang tepat adalah memilih calon suami yang berakhlak, beragama dan seagama.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
" Bila kalian mendapati laki-laki yang kalian Ridhai agama dan akhlaknya, maka hendaklah kalian nikahkan dia (jadi menantu), sebab jika kalian tidak lakukan itu, maka akan timbul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar ". (HR. Turmudzi dan Ahmad)
Hadits ini tepat sekali untuk menentukan pilihan bagi para orang tua dan anak-anak gadis yang sudah pantas untuk menikah. Memilih laki-laki yang shalih yang taat beragama dan berakhlak, bukan berarti mengesampingkan masalah kemapanan dalam usaha, kegagahan, ketampanan dan lainnya. Yang di maksud adalah bahwa laki-laki yang shalih, taat beragama, berakhlak, serta bertanggung jawab itulah yang menjadi dasar pertimbangan yang paling utama.
Mungkinkah wanita mengetahui bahwa calon suaminya adalah wanita baik" dan taat beragama..? Tentu saja bisa. Manusia itu hidup bermasyarakat dan setiap orang yang berdekatan tentu akan tahu bagaimana kehidupan pria itu sehari-hari.
Oleh karena itulah, bila hati telah mantap dengan pilihan laki" yang beragama dan berakhlak baik, maka janganlah merasa ragu untuk menikah dengan pria itu, sebagaimana di jelaskan dalam hadits di atas. Di jelaskan sekali lagi bahwa hadits tersebut di jadikan pedoman yang tepat bagi para orang tua untuk menikahkan anak gadisnya hanya dengan pria yang memiliki keutamaan dalam agama dan akhlak.
Masalah ketampanan bukan jaminan hidup bahagia, sebab laki" berparas tampan kalau tidak memiliki tanggung jawab akan lebih mungkin untuk melakukan perselingkuhan, karena banyak gadis yang terpikat oleh ketampanan dan bujuk rayunya. Kalau berharta juga tidak menjamin akan bahagia kalau lemah agamanya. Banyak terjadi perkawinan berdasarkan kepada harta dan akan hancur pada saat harta habis.
Demikianlah penting dan perlunya mempertimbangkan agama dan keshalihan pria. Suami yang taat beragama dan bertanggung jawab akan membuat hidup bahagia. Laki" shalih dan perempuan yang shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, bahagia dunia akhirat dan dapat menghasilkan generasi yang baik. Generasi yang baik adalah generasi harapan bangsa, negara dan agama. INSYA ALLAH.
♥ Mari Menata Hati Menggapai Ridha Illahi
♥ Merengkuh Indahnya Cinta Dalam Ridha_Nya
Semoga bermanfaat.., Silahkan tag/share saling bantu dengan saudara yang lain, Semoga yang menyebarkan, membaca mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'alla.
Jazzakumullahu khairon wa baarokallahu fiykuum, Salam santun erat silaturahmi wa ukhuwah fillah, ^_^
Tentu seorang wanita ingin calon suami itu adalah orang yang gagah, tampan, berwibawa, kaya raya dan dari kalangan yang terhormat. Alasan dan pertimbangan mengenai sisi kebaikan dan keburukannya tidaklah berbeda dari apa yang di utarakan sebelumnya. Yang jelas pilihan yang tepat adalah memilih calon suami yang berakhlak, beragama dan seagama.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
" Bila kalian mendapati laki-laki yang kalian Ridhai agama dan akhlaknya, maka hendaklah kalian nikahkan dia (jadi menantu), sebab jika kalian tidak lakukan itu, maka akan timbul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar ". (HR. Turmudzi dan Ahmad)
Hadits ini tepat sekali untuk menentukan pilihan bagi para orang tua dan anak-anak gadis yang sudah pantas untuk menikah. Memilih laki-laki yang shalih yang taat beragama dan berakhlak, bukan berarti mengesampingkan masalah kemapanan dalam usaha, kegagahan, ketampanan dan lainnya. Yang di maksud adalah bahwa laki-laki yang shalih, taat beragama, berakhlak, serta bertanggung jawab itulah yang menjadi dasar pertimbangan yang paling utama.
Mungkinkah wanita mengetahui bahwa calon suaminya adalah wanita baik" dan taat beragama..? Tentu saja bisa. Manusia itu hidup bermasyarakat dan setiap orang yang berdekatan tentu akan tahu bagaimana kehidupan pria itu sehari-hari.
Oleh karena itulah, bila hati telah mantap dengan pilihan laki" yang beragama dan berakhlak baik, maka janganlah merasa ragu untuk menikah dengan pria itu, sebagaimana di jelaskan dalam hadits di atas. Di jelaskan sekali lagi bahwa hadits tersebut di jadikan pedoman yang tepat bagi para orang tua untuk menikahkan anak gadisnya hanya dengan pria yang memiliki keutamaan dalam agama dan akhlak.
Masalah ketampanan bukan jaminan hidup bahagia, sebab laki" berparas tampan kalau tidak memiliki tanggung jawab akan lebih mungkin untuk melakukan perselingkuhan, karena banyak gadis yang terpikat oleh ketampanan dan bujuk rayunya. Kalau berharta juga tidak menjamin akan bahagia kalau lemah agamanya. Banyak terjadi perkawinan berdasarkan kepada harta dan akan hancur pada saat harta habis.
Demikianlah penting dan perlunya mempertimbangkan agama dan keshalihan pria. Suami yang taat beragama dan bertanggung jawab akan membuat hidup bahagia. Laki" shalih dan perempuan yang shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, bahagia dunia akhirat dan dapat menghasilkan generasi yang baik. Generasi yang baik adalah generasi harapan bangsa, negara dan agama. INSYA ALLAH.
♥ Mari Menata Hati Menggapai Ridha Illahi
♥ Merengkuh Indahnya Cinta Dalam Ridha_Nya
Semoga bermanfaat.., Silahkan tag/share saling bantu dengan saudara yang lain, Semoga yang menyebarkan, membaca mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'alla.
Jazzakumullahu khairon wa baarokallahu fiykuum, Salam santun erat silaturahmi wa ukhuwah fillah, ^_^








0 komentar:
Posting Komentar